Sampai akhirnya saat maghrib tiba, Susiana melaksanakan salat maghrib seperti biasa sebelum bermaksud pergi mencari surat sakit bagi anaknya, Jovan yang sakit dan kebetulan pulang dari sekolah sebelum waktunya sebab sakit.
"Jadi ketika mau pergi, keburu maghrib. Bu Haji salat maghrib dulu. Tapi dinantikan anaknya tidak keluar kamar juga. Pas disamperin ke kamar Jovan manggil-manggil," ujar Ari, keliru satu pekerja di tempat tinggal Tukul Arwana.
Saat masuk ke dalam, berdasarkan Ari, Susiana sudah terlihat tidak berkecimpung dengan mata terbuka. Di sampingnya terdapat mukena habis pakai yang belum dilipat mirip biasa.
"Jadi anaknya itu lihat bu haji sydang pingsan dengan mukena yang berantakan. Kita coba bawa ke Brawijaya," ujar Ari lebih lanjut.
Saat itu Ari memanggil Tukul Arwana buat segera menyampaikan keputusan pada Susiana. Waktu itu Tukul sempat menghubungi dokter langganannya, namun sayang dokter tersebut sedang dinas.
Kemudian Susiana pribadi dibawa ke tempat tinggal sakit Brawijaya. Namun sayang, sesampainya di tempat tinggal sakit, Susiana telah dinyatakan mangkat dunia.
Jenazah Susiana disemayamkan pada kediaman Tukul Arwana daerah Cipete, Jakarta Selatan. Banyak pelayat yg menyaksikan wajah alhamrumah dalam kondisi yg higienis serta hening. Tentu saja hal tadi menjadi pembicaraan para pelayat.
Dari berita, jenazah Susiana, istri Tukul Arwana akan dimakamkan di daerah Pemakaman awam (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan pukul 10.00 WIB.
Sumber (bintang.com/RP/BR)

0 Response to "Sering menghadiri pengajian dan wafat setalah sholat magrib begini wajah istri tukul"
Post a Comment