Beliau merupakan anak satu orang pengacara senior bernama Makmur S Hasugian & Harista br Purba. Mereka sudah 20-an thn tinggal dijalan Setia Budi Gang Sehati No. 26.
Kepala Lingkungan XI Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang, Yulike, mengemukakan keluarga Ivan merupakan penduduk lama di desa mereka.
Tapi selagi puluhan thn itu, keluarga ini kurang bergaul bersama penduduk yang lain. "Seperti tertutup gitu, tak ingin bergaul di lingkungan," timpalnya, seperti diberitakan Sumutpos.co (Jawa Pos Grup).
Sesudah meraih informasi bila tersangka percobaan bom bunuh diri itu adalah warganya,Yulike selaku Kepling serta-merta memeriksa.
Yulike memaparkan, H Hasugian & Harista Boru Purba mempunyai tiga orang anak. "Dua pria, satu perempuan. Ivan anak paling mungil, yg terbesar itu pria," sebut perempuan yg memanfaatkan kaos warna hitam itu.
Keterangan lain diperoleh dari br Sitepu (30), satu orang pemilik kedai kelontong & menjual pulsa di kawasan itu. Disebutkan, Ivan baru lulus dari SMAN 4 Medan.
“Si Ivan itu, kata kakak & mamaknya, sudah di terima di salah satu perguruan tinggi negara tidak dengan testing. Hanya matanya penyakit katarak Ivan tebal kali. Sebab Itu ingin diobati dahulu matanya itu baru masuk dirinya kuliah,” terangnya.
Br Sitepu mendapat info itu lantaran keluarga Ivan yg tidak jarang belanja di warungnya. “Langgananku belanja mamaknya itu. Masyarakat di sini mayoritas Batak Karo & Toba & beragama Kristen. Ada serta yg Katolik, ya bergereja ke Jalan dr Mansyur. Tetapi meski beda keyakinan bersama mayoritas masyarakat di sini, mamaknya & abangnya & kakaknya ramah kok. Hanya si Ivan & ayahnya agak jarang berbaur atau bergaul bersama masyarakat di sini," pungkasnya.
Sumber (Jpnn.com/SI/BR)
0 Response to "Pelaku Bom Bunuh Diri Di Medan Berhasil Masuk PTN Tanpa Tes "
Post a Comment