Tukul Arwana, 52, tampaknya begitu terpukul ditinggal pulang oleh istri, Susiana, buat selamanya.
Sepanjang malam sebelum jenazah dimakamkan, Tukul lebih sering berada di dalam kamar. Beliau tak mampu menemui pelayat yang berdatangan ke tempat tinggal duka pada Jalan H Jian Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kesedihan semakin terlihat saat prosesi pemakaman di TPU Jeruk Perut yang dimulai pukul 09.20 kemarin (24/8). Tukul beserta tiga anaknya, Ega Prayudi, Novita Eka Afriana, serta Wahyu Jovan utama, terus menangis.
Begitu pemakaman terselesaikan, Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin memimpin pembacaan doa. ”Terima kasih, terima kasih untuk seluruh yang telah membantu,” istilah Tukul.
Tukul menyampaikan, istrinya tidak pernah punya riwayat sakit berat kecuali asma. Beliau lantas bercerita singkat lebih jelasnya kronologi sebelum Susi dibawa ke RSIA Brawijaya pada Selasa malam kemudian (23/8).
”Istri saya habis salat Magrib bikin susu untuk anak. Sehabis magrib itu baru enggak terdapat. Aku enggak terdapat firasat sama sekali. Beliau pula tidak meninggalkan pesan apa-apa,’’ istilah komedian yang populer menggunakan acara Bukan Empat Mata itu.
Ega Prayudi yg adalah anak angkat Tukul serta Susi menceritakan, sejak pagi ibunya tidak lezat badan. Ibunya sempat dibawa ke klinik, akan tetapi tidak ditemukan tanda-tanda serius.
’’ibu masih sempat ke pengajian pada Pondok indah . Setelah magrib itu, rencananya mau buat surat keterangan sehat buat saudara termuda sekolah,’’ papar Ega yg kini berprofesi menjadi polisi pada Surabaya tadi.
Waktu Susi salat Magrib, saudara termuda Tukul yang bernama Bendel Sutadi, 48, menunggu pada ruang tamu. Dia yang akan mengantar Susi ke dokter buat meminta surat sehat.
Namun, saat si bungsu, Jovan, 8, masuk ke kamar, beliau histeris waktu melihat ibunya telentang dalam kondisi sesak napas. Waktu itu Susi masih mengenakan mukena.
Mendengar Jovan berteriak, asisten rumah tangga bernama Ari eksklusif masuk ke kamar Susi buat mengecek. Saat itu badan Susi sudah dingin, hanya leher yg hangat. Ari eksklusif memanggil Tukul buat memberi memahami bahwa Susi kelenger.
’’Mas Tukul menggoyang badannya, akan tetapi enggak ada reaksi. Tangannya telah dingin. Karena bertanya-tanya serta tidak konfiden, Mas Tukul minta dibawa ke Brawijaya,’’ terperinci Ari.
Kepergian Susi pada usia 48 tahun itu memang sangat mengejutkan famili.
Hari-hari sebelum meninggal dilewati menggunakan normal. Malah pada Minggu lalu (21/8), Susi masih merayakan ulang tahun putrinya, Novita Eka Afriana, yang ke-17.
Hanya, Susi memang telah usang megidap penyakit asma. Setiap hari beliau menggunakan alat inhaler asma. ’’Dulu pernah sesak napas sampai kelenger 2 kali, dikeroki sembuh,’’ istilah Bendel.
Meski sedih, keluarga berusaha untuk mengikhlaskan. ”sekarang saatnya kita yang masih hidup berbuat sebaik-baiknya,’’ ujar Tukul pelan.
Sumber (jpnn.com/RB/RP)
0 Response to "Tukul Tidak Kuasa Menahan Haru Saat Di Tinggal Oleh Istrinya Untuk Selamanya"
Post a Comment