Karena Macet Horor Di Brebes, Ada 12 Orang Meninggal Dunia, Salah Siapa?


Tewasnya 12 pemudik yang terjebak kemacetan panjang pada Brebes, Jawa Tengah, beberapa hari kemudian menjadi salah  satu sorotan utama. Meski penyebab meninggalnya bukan sebab stagnasi, tapi kesiapan infrastruktur yang belum memadai dinilai sebagai galat satu faktor pendukungnya.

Galat satu aktivis keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu dari pembinaan Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) ikut angkat suara. Beliau berkata, harusnya pemerintah sudah lebih baik pada menyiapkan hal yg terburuk.

"Faktor utama memang bukan karena macet, tapi jika dipandang situasinya akibat macet ini jua ikut menyumbang sebab menyulitkan langkah evakuasi. Bila kejadiannya di pintu mau keluar pasti sulit sebab tidak ada jalur buat ambulans masuk, semua ruas dipadati kendaraan," ucap Jusri pada Otomania, Kamis (7/72016).

Dari beberapa pemberitaan memang dikabarkan bahwa petugas evakuasi sangat kesulitan buat menembus kemacetan lalu lintas yg terjadi pada Brebes.

Selebihnya, Jusri menambahkan stagnasi tadi harus bisa saja ditangani dengan baik Jika para stakeholder termasuk pemerintah lebih siap serta sigap pada perencanaan. Model, persiapan menghadapi hal terburuk hingga solusi cepat yang bisa dirancang.
"Ini kan tol baru (Brebes) harusnya telah terdapat antisipasi besarnya pemudik yang akan lewat sana asal sebelumnya. Pikirkan pula bagaimana langkah supaya arus permanen berjalan serta tidak stuck sampai berjam-jam. Bagaimana strategi para pemangku kepentingan dalam menangani hal terburuk, caranya mampu menggunakan menyiapkan jalur prioritas yg kegunaannya buat darurat mirip menangani kecelakaan, pengungsian orang sakit atau meninggal, serta lainnya," papar Jusri.


.
Selain Jusri, Wakil ketua   Komisi V dpr Yudi Widiana Adia, menyatakan bahwa pemerintah dalam merencanakan pembangunan ruas jalan tol Cipali-Pejagan-Brebes Timur tidak diiringi prediksi penambahan jumlah moda transportasi ketika pulang kampung, khususnya mobil pribadi.

"Pemerintah hanya memprediksi kecepatan waktu dengan pembangunan tol, tapi okupansi jalan belum diprediksi. Ketika kunjungan ke Exit Tol Brebes Timur, kami telah mengingatkan bahwa titik ini akan menjadi simpul stagnasi," ucap Yudi berasal lansiran Kompas.Com, Minggu (tiga/7/2016).





Sumber: Otomenia

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Karena Macet Horor Di Brebes, Ada 12 Orang Meninggal Dunia, Salah Siapa?"

Post a Comment