Beginilah Bentuk Dataran Indonesia Menurut Peta Langka Abad Ke-17

Ini sebuah peta langka daerah timur Indonesia. Dirancang pada akhir abad ke-17. Uniknya lagi, peta kuno ini sudah memakai banyak rona. Tidak hanya hitam dan  putih saja, mirip kebanyakan peta yg didesain zaman itu.

Peta ini dibuat oleh Antoine de Winter, seniman berasal Amsterdam, Belanda. Gambar ini diterbitkan oleh pembuat peta berasal Prancis, Nicolas Sanson d’Abbeville di 1600-1667.

Dalam edisi Belanda peta ini terbit dalam Pocket Atlas of Asia c. 1653. Berikut penampakan daerah Indonesia bagian timur pada peta tersebut:

berdasarkan Peta Langka Abad ke-17, Begini Penampakan Indonesia



dalam peta ini terlihat kepulauan Indonesia bagian tmur serta Papua Nugini, termasuk Maluku Utara (Ternate serta Tidore) serta Kepulauan Banda yg membuat vanili dan  pala.

Peta itu kini   masih dalam syarat sangat rupawan. Berdasarkan laman bartelegallery.Com, peta ini dihargai US$ 590 atau sekitar Rp 7,8 juta. Anda berminat?


Segitiga Bermuda Bergeser ke Asia Tenggara?


Dream - Kecelakaan AirAsia QZ8501 pada penghujung 2014, bisa dibilang menjadi tahun terburuk bagi industri penerbangan dunia. Terutama buat Malaysia.

Awal 2014, dunia tertegun saat Malaysia Airlines MH370 menghilang pada 8 Maret 2014, yg merenggut nyawa 239 penumpang di dalamnya.

Hingga waktu ini, global tidak memiliki petunjuk ihwal hal itu. Pencarian masih terus berlangsung buat MH370.

Beberapa bulan setelahnya, pesawat Malaysia Airlines lainnya, Boeing 777 MH17 ditembak jatuh pada atas udara Ukraina di 17 Juli 2014. Semua 283 penumpang dan  15 kru pesawat mangkat .

Ketika 2014 hampir berakhir, bencana lain terjadi dan  pesawat AirAsia QZ8501 menggunakan 155 penumpang dan  7 kru-nya jatuh. Kecelakaan QZ8501 ialah insiden ke 2 pada satu tahun bagi perusahaan penerbangan Malaysia.

Segera sehabis MH370 raib, poly teori yang dikemukakan di kembali hilangnya penerbangan termasuk faktor Segitiga Bermuda.

Segitiga Bermuda di bagian barat samudera  Atlantik Utara sudah menjadi misteri bagi dunia. Beberapa pesawat dan  kapal dilaporkan sudah menghilang secara misterius saat terbang atau melintas Segitiga Bermuda.

Setelah hilangnya MH370, poly orang mengunggah gambar di media sosial yg menguatkan teori adanya Segitiga Bermuda pada Teluk Thailand. Bahkan politisi Malaysia Mohammad Nizar Jamaluddin berkicau di Twitter "Segitiga Bermuda baru terdeteksi pada perairan Vietnam, perangkat sophisticated tidak berguna".

MH370 telah menghilang berasal radar ketika di atas bahari Cina Selatan. Ad interim AirAsia QZ8051 ditemukan jatuh pada laut Jawa.

Apakah Segitiga Bermuda bergeser ke lautan Asia Tenggara? Kita tidak tahu, tapi hilangnya pesawat secara misterius dari radar menunjuk ke spekulasi tadi.


Misteri Keangkeran Segitiga Bermuda Terkuak?



Dream - Segitiga Bermuda menjadi galat satu tempat paling misterius pada muka bumi. Poly kapal dan  pesawat yg melintas raib tanpa sebab yg diketahui.

Namun, waktu ini para ilmuwan konfiden sebentar lagi bisa menguak misteri pada Segitiga Bermuda itu, setelah mereka menemukan kaldera di dasar laut Barents, pada perairan Norwegia.

Laut Barents memang jauh dari Segitiga Bermuda, yang membentang asal Florida, Amerika serikat; Puerto Rico, hingga kepulauan Bermuda di Atlantik. Tapi kaldera atau lubang yang ditemukan pada laut Barents itu juga diyakini sebagai kunci penerangan misteri di Segitiga Bermuda.

Kawah yg lebarnya sekitar 800 meter dengan kedalaman 45 meter itu diyakini terbentuk karena adanya kebocoran gas metana yang tersimpan pada bawah lapisan dasar laut. Wilayah Norwegia itu memang dikenal sangat kaya akan gas.

Para ilmuwan yakin gas tersebut bocor dan  “ada” melalui dasar laut dan  kemudian hinga ke permukaan atas samudera . Serta wilayah kaldera tersebut cenderung berada pada samudera  dangkal.

“poly kawah raksasa ada pada dasar bahari area barat laut Barents, serta mungkin mengakibatkan semburan gas yang sangat besar ,” kata peneliti berasal Universitas Arctic, Norwegia.

Detail penemuan ini akan diumumkan di rendezvous tahunan European Geosciences Union di bulan depan. Dalam laporan itu para ilmuwan menganalisa bagaimana gelembung-gelembung pelepasan gas metana itu sangat berbahaya bagi kapal yg melintas.

Analisa ini sama dengan yang pernah dikemukakan sang peneliti Igor Yelstov berasal Institut Trofimuk di tahun kemudian.

“ada versi (teori) bahwa Segitiga Bermuda artinya konsekuensi dari reaksi gas hidrat,” istilah Yelstov.

Berdasarkan beliau, insiden itu terjadi ketika metan yang membeku kemudian terurai menjadi es. Reaksi itu membentuk gas pada jumlah yang sangat akbar.

“yang menghasilkan laut panas serta kapal karam di perairan yg dicampur menggunakan gas pada jumlah akbar,” ujar Yelstov. (Ism, sumber: news.Com.Au)





Sumber: Dream

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Beginilah Bentuk Dataran Indonesia Menurut Peta Langka Abad Ke-17"

Post a Comment