Sri Wahyuni, Besar Di Gang Kecil Bisa Mengharumkan Nama Indonesia Di Dunia



Atlet angkat besi putri, Sri Wahyuni, menjadi yang pertama menyabet medali buat bagi Indonesia, di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil, 2016. Dara kelahiran Bandung 21 tahun silam itu meraih perak di kelas 48 kilogram.

Beritarakyat.net pun berkesempatan melawat ke kediaman Sri Wahyuni pada Kabupaten Bandung, Rabu (10/8) pagi. Rumahnya amat sederhana. Terletak di gang sempit pada Kampung Bojong Pulus RT 4/RW 2 Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Posisi tempat tinggal   Sri berada pada ujung gang, serta hanya bisa dilalui satu sepeda motor atau pejalan kaki. Tidak begitu sulit mencari tempat tinggal   Sri, apalagi sehabis beliau mengharumkan Indonesia di Olimpiade.

"Itu rumahnya terus ke pojok sana," istilah rakyat setempat waktu menunjukkan arah rumah Sri.

Ketika disambangi, di tempat tinggal   itu dihuni ayah Sri, Candiana (44), dan  adiknya, Desi Nuryanti (19). Candiana saat ditemui tengah membaca surat fakta.

"Ya begini. Sejak Sri muncul pada TV, aku  jadi sering terima tamu juga. Baik itu teman-teman media dan  lainnya," kata Candiana membuka perbincangan.

Pada tempat tinggal   itu, terpajang sejumlah medali milik anak sulungnya Sri dan  kliping isu.

"Medali sekarang telah ada 31, berarti bila sama yg olimpiade sudah 32 medali," ujar Candiana.

Sri sejak kecil tinggal pada tempat tinggal   itu. Namun waktu memutuskan sebagai atlet, Sri sudah jarang tinggal di tempat tinggal   itu. Semenjak 2012, Sri hidup pada mess PABBSI, Bekasi.

"Tinggal di sini telah berasal kecil. Orangnya biasa saja, enggak ada yg aneh-aneh, tapi semenjak jadi atlet profesional, ke sini sudah sangat sporadis," ucap Candiana.

Candiana mengaku, nama keluarga pribadi terangkat usai lagu Indonesia Raya berkumandang karena torehan prestasi Neng Yuni, sapaan akrab Sri Wahyuni.

"Tetangga di bangga sekarang. Eksklusif ramai saja pokoknya," lanjut Candiana.

Sri meraih medali perak berkat total angkatan 192 kilogram (Snatch 85 kilogram dan  107 kilogram clean dan  jerk). Adapun medali emas direbut atlet Thailand Sopia Tanasan, yg berhasil mengangkat beban 200 kilogram. Sedangkan atlet Jepang, Hiromi, merebut perunggu menggunakan total angkatan 188 kilogram.

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Sri Wahyuni, Besar Di Gang Kecil Bisa Mengharumkan Nama Indonesia Di Dunia"

Post a Comment