Caleg Artis Semakin Heboh Dan Semarak , Apa Maksudnya ???

Sosok cantik berkerudung itu gerah dan  meradang. Dia sebal, poly orang memandang sebelah mata kinerjanya menjadi anggota dewan cuma sebab latar belakang profesinya terdahulu, artis.



Desy Ratnasari memang cukup senewen dengan rencana pemerintah memperketat kondisi calon legislatif alias caleg berasal kalangan artis, publik figur, dan  pengusaha. Perihal ini muncul pada pembahasan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilu yg tengah diselesaikan Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) buat menghasilkan keterpilihan legilatif yg berkualitas.

Kesannya, caleg asal kalangan artis dan aktor tidak berkualitas. Hal itu yg bikin beliau meradang.


Berdasarkan Desy, anggota dpr asal kalangan artis pula bekerja dengan benar-benar-benar-benar. Bukan sekadar formalitas. Karena itu, dia meminta semua pihak melihat anggota dewan dari kalangan artis sama dengan anggota dewan lainnya.

"ada informasi mengandalkan popularitas saja tapi tidak membagikan kinerjanya. Tentunya kami menunjukkan potensi terbaik kami bekerja sebagai anggota dewan, itu yg terpenting," kata Desy pada Gedung dpr, Senayan, Jakarta, Rabu 24 Agustus 2016.

Desy Senewen

Desy Ratnasari artinya artis nasional di eranya. Dulu, wajah cantiknya malang melintang menghiasi layar kaca Tanah Air. Desy juga kerap tampil pada sejumlah layar lebar.

Di Pemilihan umum  Legislatif (Pileg) 2014 kemudian, perempuan   kelahiran Sukabumi, Jawa Barat itu berhasil memenangkan suara rakyat Jabar yang mengantarkan dirinya hingga mampu duduk di Senayan, Jakarta.

Desy sekarang berada di Komisi VIII dpr yg membidangi agama, sosial, serta pemberdayaan wanita. Sampai kurun ketika sekarang ini, politikus PAN ini menunjukan dirinya tidak gagap pada berpolitik.

Mantan bintang iklan salah  satu produk sabun populer itu tampil garang menyikapi dilema-persoalan sosial, mirip kekerasan di anak hingga evaluasi sistem manajemen risiko penanggulangan mala serta jua anggaran BNPB.

Dia juga sempat menyecar acara Kementerian kepercayaan  untuk jemaah haji di 2015 kemudian. Desy pula berjanji akan memperjuangan perlop hamil selama enam bulan. Beliau bahkan pernah disebut masuk sebagai keliru satu kandidat yang dijagokan PAN buat Pilkada DKI Jakarta.

Karena itu Desy tidak habis pikir dengan tentang pemerintah terkait pengetatan syarat caleg bagi kalangan artis itu. Menurut Desy, artis yg terpilih menjadi anggota dpr jua bekerja maksimal .

Sehingga tak perlu lah syarat Jika para caleg artis minimal wajib  tergabung selama setahun dalam keanggotaan partai sebelum resmi diajukan di pileg.

"bila perlu sekalian saja pendidikannya jua dimasukkan dalam kondisi. Semua anggota dewan calonnya itu wajib  lulus S2 contohnya. Berdasarkan Desy, artis yg terpilih sebagai anggota dewan perwakilan rakyat jua bekerja maksimal ," ucap Desy.

"berdasarkan aku , kami yang berprofesi sebagai seniman dan  budayawan memiliki hak yg sama maju menjadi wakil rakyat," sambung dia.

Hidangan‎rut dia, usang tidaknya orang tersebut berkiprah pada partai politik tidak sebagai ukuran Bila sudah sebagai anggota dewan.

"jika mau diperketat monggo saja, mau setahun saja atau 2 tahun, tak problem. Tak mampu menjadi ukuran kesuksesan hanya diukur dari berkiprah dalam partai politik," ujar perempuan   kelahiran 12 Desember 1973 itu.

Merendahkan

tak cuma Mbak Desy, sejumlah politikus berasal kalangan seniman lain pun turut bersuara menyikapi rencana pemerintah ini. Keliru satunya, mantan presenter Tantowi Yahya‎.

Wakil koordinator Komisi I dewan perwakilan rakyat itu bahkan‎ menolak tentang tersebut. Menurut penyanyi country Indonesia itu, kondisi yang diusulkan pada pembahasan RUU ihwal Pemilu terlalu merendahkan kecakapan serta kemampuan caleg dari seniman serta pesohor.

"rencana pengaturan itu seperti merendahkan kecakapan serta kemampuan caleg asal artis dan  pesohor. Tidak perlu diatur mirip itu. Itu urusan masing-masing partai politik," istilah Tantowi di gedung dewan perwakilan rakyat, Senayan, Jakarta.

Dia mengungkapkan, setiap kader, termasuk seniman yang masuk Golkar, pribadi mendapatkan program pelatihan serta kepartaian.‎ Tantowi justru mempersilakan publik membandingkan kinerja anggota legislatif dari kalangan seniman menggunakan nonartis.

"Buktinya lihat saja, selesainya mereka jadi anggota Dewan, seluruh harus terlibat secara aktif. Seniman sama sekali tidak diistimewakan pada Golkar," ucap dia.

"Bahwa terdapat yg menonjol baik pada dewan perwakilan rakyat juga di partai, ya itu murni sebab kinerja mereka yg kinclong," kata Tantowi.

Anggota dewan perwakilan rakyat yg pula mantan seniman, Krisna ‎Mukti pun satu suara menggunakan Tantowi serta Desy. Dia meminta pemerintah tidak diskriminatif terhadap artis yang menjadi anggota dewan.

"kalau menurut pengalaman aku , sahabat-teman artis ini jangan didiskriminasi kan dulu, sebab banyak seniman yg pula bisa jadi politikus yang handal," kata Krisna.

"Jangan didiskriminasikan poin artisnya, aku  enggak sepakat. Tidak semua artis enggak punya kualitas serta kapabilitas pada parpol."

namun begitu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini setuju Bila calon legislatif dari kalangan artis menerima kaderisasi di partai politik, sama seperti kader pada umumnya.

"akan tetapi saya putusan bulat seniman serta warga  negara Indonesia yg mau jadi caleg harus belajar dulu pada parpol. Pengalaman aku , setahun jadi kader PKB masih gelagapan, turun kampanye, serta politik. Wajib  digodok," ujar mantan pesinetron serta penyanyi dangdut itu.

'Penumpang Gelap' Moreno...


Beda menggunakan Desy serta Tantowi, anggota Komisi X dpr Moreno Suprapto mengaku mendukung rencana ‎pemerintah memperketat caleg berasal kalangan seniman, figur publik, dan  pengusaha. Menurut oleh pebalap, hal tersebut mengakibatkan kaderisasi di parpol mampu berjalan efektif.‎

"jikalau dari aku  itu terdapat bagusnya. Itu bukan hanya buat keliru satu kalangan saja, publik figur," kata Moreno.

"dengan wacana satu tahun tentu kaderisasinya berjalan, jangan sampai kita dapat penumpang gelap," ujar beliau.

Namun, politikus Partai Gerindra ini tidak sepakat Jika kinerja anggota legislatif dari kalangan artis dinilai tidak bekerja secara m‎aksimal atau tidak menonjol.

"saya kurang setuju jika dikatakan artis terlihat kurang bekerjanya pada parleme. Kan terdapat Baleg, Produsen UU. Kita harus objektif. Bila memang belum terdengar (kinerjanya) karena ini kolektif kolegial. Mereka punya tugas dan  fungsi masing-masing di partai. Percuma jikalau bersuara jika tidak terdapat isinya," ujar Moreno.

Perihal restriksi caleg dari kalangan artis ini diungkapkan sang Tim ahli Pemerintah pada Penyusunan RUU Penyelenggaraan Pemilu, Dani Syarifudin Nawawi.

Berdasarkan Dani, anggota legislatif dari kalangan artis lebih sibuk dengan pekerjaan keartisannya ketimbang tugas menjadi wakil warga . Dia menambahkan, selama ini masyarakat hanya memilih caleg yang populer, publik figur walaupun calon yang dipilih sama sekali tidak mempunyai pengalaman politik.

"Akhirnya tidak pernah menjalankan manfaatnya menjadi anggota perwakilan masyarakat," ucap Dani.

Tetapi hal ini dibantah sang Menteri dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Menteri berasal PDIP ini menyatakan, kementeriannya tidak pernah membentuk perihal pengetatan syarat caleg artis itu.

"Bikin gaduh (isu batasan caleg buat kalangan artis). Tidak terdapat (restriksi) soal seniman dan  lain-lain," ucap Tjahjo

15 artis dan aktor


Tercatat, sekitar 15 seniman lolos sebagai anggota dewan perwakilan rakyat periode 2014-2019. Artis-artis itu tersebar pada sejumlah partai politik (parpol) dan  daerah Pemilihan (Dapil).

1. Okky Asokawati yang tercatat menjadi calon anggota legislatif (caleg) asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil DKI Jakarta II

dua. Tantowi Yahya dari Partai Golkar, Dapil DKI Jakarta III

3. Junico BP Siahaan atau Nico Siahaan yg maju lewat PDIP di Dapil Jawa Barat I

4. Rachel Maryam Sayidina asal Partai Gerindra Dapil Jawa Barat II

5.Dede Yusuf Macan Effendi berasal Partai Demokrat, Dapil Jawa Barat II

6. Desy Ratna Sari yang maju melalui PAN di Dapil Jawa Barat IV

7. Primus Yustisio yang juga melaju bersama PAN dari Jabar V (Kota serta Kabupaten Bogor)

8. Krisna Mukti berasal PKB di Dapil Jawa Barat VII

9. Rieke Diah Pitaloka dari PDIP dengan dapil Jabar VII

10. Jamal Mirdad asal Partai Gerindra di Dapil Jawa Tengah I

11. Anang Hermansyah asal PAN Dapil Jawa Timur IV

12. Moreno Suprapto dari Partai Gerindra di Dapil Jawa Timur V

13. Venna Melinda berasal Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VI

14. Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dari PAN Dapil Jawa Timur VIII

15. Lucky Hakim asal PAN pada Dapil Jawa Barat VI

Sumber akurat (liputan6.com)

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Caleg Artis Semakin Heboh Dan Semarak , Apa Maksudnya ???"

Post a Comment