Bagi masyarakat Eropa serta Inggris, ada insiden yang lebih mengerikan daripada keluarnya Inggris berasal Uni Eropa.
Kejadian itu berupa fenomena alam di mana matahari akan menjadi kosong, yang merupakan tanda-tanda zaman es akan menyelimuti Eropa.
Laporan teranyar menjelaskan, aktivitas mentari semakin berkurang selama lebih satu abad terakhir ini. Adalah matahari sedang 'mendingin' asal syarat umumnya.
"tak terdapat sunspot (bintik hitam surya) terlihat pada permukaannya. Dan buat ke 2 kalinya pada bulan ini, matahari sudah sahih-benar kosong," kata Paul Dorian, ahli cuaca dari Vencore Weather.
Dari Dorian, matahari yang kosong ialah indikasi bahwa kita mendekati siklus solar minimum. Pada mana jumlah sunspot, solar flares (pengecap barah), serta badai geomaknetik menjadi jauh berkurang. Dan hal ini akan semakin meningkat selama beberapa tahun ke depan.
Awalnya, kekosongan ini berlangsung hanya beberapa hari, kemudian akan terus berlanjut selama berminggu-minggu. Serta akhirnya berlangsung selama berbulan-bulan di waktu daur sunspot mencapai titik terendah.
"daur solar minimum berikutnya kemungkinan berlangsung lebih kurang 2019 atau 2020," istilah Dorian.
Selama daur solar minimum itu, Bumi memasuki fase yg disebut Maunder Minimum, yaitu zaman es mini mirip yg terjadi pada tahun 1645.
Selama Maunder Minimum, temperatur merosot begitu tajam sampai Sungai Thames membeku.
Profesor Valentina Zharkova dari Northumbria University memprediksi bahwa kegiatan matahari akan mengalami penurunan yang tajam antara tahun 2020 serta 2050.
"aku benar-benar percaya diri pada penelitian kami. Penelitian berdasarkan di perhitungan yang sempurna dan data yang mampu diandalkan," istilah Zharkova saat mengemukakan teorinya tahun kemudian.
"Bahkan, yang akan terjadi kami bisa diulang oleh peneliti lain menggunakan data yang sama yang tersedia di poly observatorium mentari , sehingga mereka dapat memperoleh bukti mereka sendiri bahwa Bumi akan memasuki fase Maunder Minimum," tambahnya. (Ism)
Sumber: Dream.co.id
0 Response to "Sepertinya Zaman Es Mini Berulang Lantaran Matahari "Mendingin" Di Tahun 2019"
Post a Comment