Lagi Pendidikan Indonesia Menjadi Sorotan Publik Karena Penganiayaan Di Sebuah Universitas

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang kritis usai mengikuti kegiatan kampus yakni Rezky Eviena Syamsul (22), mati dunia di ICU RS Wahiddin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (07/06/2016).




Rezky menghembuskan nafas terakhirnya pada ruang ICU Bedah RS Wahidin lebih kurang pukul 06.00 Wita. Mahasiswa asal Mamuju Sulawesi Barat itu mangkat  setelah dirawat dan  tidak sadarkan diri selama tiga hari.

Dekan Fakuktas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI), Prof dr H Syarifuddin Wahid PhD SpPA (K) SpF di Makassar, menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya almarhum.

"saya juga hari ini akan turut mengantar jenazah, Resky Eviena Syamsul ke Mamuju. Saya minta maaf tak bisa usang-usang karena pesawat akan berangkat dan  saya akan ikut mengantar jenazah ke tempat tinggal   orangtua Rezky pada Mamuju," kata Prof Syarifuddin pada jumpa pers terkait meninggalnya galat satu mahasiswanya tadi.

Ad interim terkait penyebab kematian asal galat satu mahasiswanya itu, pihaknya mengaku masih akan melihat hasil identifikasi.

Rezky sebelumnya mengalami kritis usai mengikuti pengkaderan study club (SC) Fakultas Kedokteran UMI, di Pegunungan Tombolo, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa, Jumat (tiga/6/2016) malam. Bahkan ada dugaan Bila almarhum mengalami penganiayaan oleh seniornya waktu aktivitas tersebut.

Namun demikian, pihak kampus mengaku belum mampu memastikan penyebab kematian dan  masih akan melihat perkembangan pada satu dua hari kedepan.

Terkait adanya pihak keluarga almarhum yg akhirnya melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib, dirinya juga mengaku menghargai serta pihaknya jua siap mengikuti proses aturan yang berlaku.

Wakil Dekan I FK UMI, Dr dr Nasrudin A M SpOG, mengatakan pihak kampus pula menyakini Bila pengkaderan yang dilakukan sudah sesuai mekanisme atau sama halnya menggunakan pelaksanaan sebelumnya.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, istilah dia, pihaknya telah melakukan pengetataan khususnya kegiatan yang dilakukan pada luar kota. Pihaknya juga lebih selektif memperhatikan kegiatan apa dan  siapa yang akan bertanggung jawab pada aktivitas tadi.

"Kami telah melakukan aneka macam langkah-langkah sinkron mekanisme. Kita jua sudah melakukan persiapan pada dalam kampus, semuanya telah dijadwalkan pihak panitia. Ini tentu sebagai pelajaran berharga serta simpel-mudahan bisa menjadi pengalaman terakhir,"ungkapnya.

Sumber : Rimanews

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Lagi Pendidikan Indonesia Menjadi Sorotan Publik Karena Penganiayaan Di Sebuah Universitas"

Post a Comment