Apa Yang Terjadi Jika Polwan "Perida" Tidak Menggunakan Seragam Saat Mengentikan "Sonya Depari"

Ipda Perida Panjaitan, polwan yg menghentikan pergerakan siswi Sekolah Menengah Atas pada Medan, Sumatera Utara, jua menjadi bahan perbincangan pada media umum. Dia dimarahi seorang siswi yg akui sebagai anak seseorang jenderal polisi. Perida menanggapi dengan hening serta iapun tidak memberi tilang pada pengendara kendaraan beroda empat konvoi. Banyak yang menduga karena beliau takut dengan ancaman akan diturunkan jabatan.

Apa Yang Terjadi Jika Polwan "Perida" Tidak Menggunakan Seragam Saat Mengentikan "Sonya Depari"
Apa Yang Terjadi Jika Polwan "Perida" Tidak Menggunakan Seragam Saat Mengentikan "Sonya Depari"

"Saya tidak takut beserta ancamannya, tapi saya sedang memakai seragam. Bila saya emosi, berarti saya sama beserta anak SMA itu," istilah Perida, Kamis (7/4/2016).

Alumni Akademi Kepolisian tahun 2013 itu akui bahwa waktu itu dirinya bersikap misalnya seseorang mak yang sedang mengarahkan anaknya buat pergi, tidak berkonvoi di jalanan.

"Saya hanya menjalankan tugas, nir gunakan emosi, cuma mengarahkan saja supaya pergi," ujarnya.

Perida akhirnya membiarkan para siswi itu pulang dengan permanen mengendarai kendaraan beroda empat mereka. Kepala Polresta Medan Komisaris akbar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto menyampaikan akan segera memanggil siswi tadi untuk meminta keterangan.

Para siswi tadi melakukan pergerakan untuk merayakan berakhirnya masa uji coba nasional, Rabu kemarin. Setidaknya tujuh siswi menumpang mobil Honda Brio hitam BK 1428 IG dengan pintu belakang terbuka pada Jalan Sudirman, Medan.

Waktu pergerakan tersebut tidak boleh sang polisi, para siswi yg masih berseragam sekolah itu justru memarahi petugas lalu lintas. Mereka berdalih banyak kendaraan beroda empat berbeda yang pula melanggar anggaran, namun hanya mereka yg distop.

"mobil merah itu, kenapa cuma kami yang dihentikan?" istilah mereka.

Perida serta dua polwan berbeda mengatakan akan membawa mobil tadi ke kantor Satlantas Polresta Medan. Menanggapi itu, seseorang siswi tersulut emosi.

"berminat dibawa mobilnya? Siap-siap turun pangkat. Aku enggak main-main, kutandai ibu. Aku anaknya Arman Depari," pungkasnya sambil memilih-nunjuk Perida.

Mardiaz membantah bahwa siswi berinisil SE itu adalah anak Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen (Pol) Arman Depari.

"Pak Arman bilang tidak mengenalnya. Ketiga anaknya laki-laki serta semua sekolah di Jakarta," istilah Mardiaz menirukan ucapan Arman.

Sumber : http://www.huntnews.id/p/detail/08fc32d5a4d8d78f36d005e167cfb316?uc_param_str=dnfrpfbivesscpgimibtbmntnisieijblauputoggdnw&pos=1460272864524&channel=other&chncat=category_indonesian

Sumber Utama : tribun.com

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Apa Yang Terjadi Jika Polwan "Perida" Tidak Menggunakan Seragam Saat Mengentikan "Sonya Depari""

Post a Comment