Menteri Pendidikan & Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dapat pindai kurikulum pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Konsep tersebut disesuaikan bersama misi Presiden Joko Widodo dalam membuat sumber daya manusia (Sumber Daya Manusia) yg top di tiap-tiap bagian juga mempunyai daya saing.
"Kita mau ada penyesuaian yg sanggup mensupport acara Nawa Cita. Lebih-lebih pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur yg pastinya membutuhkan tidak sedikit Sumber Daya Manusia berkwalitas," papar Muhadjir usai Rapat Koordinasi Revitalisasi Pendidikan Vokasi dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, Selasa (30/8/2016).
Dengan Cara teknis, terang Muhadjir, nantinya tiap-tiap dua semester peserta didik mesti mengikuti ujian praktik yg serentak diselenggarakan Tubuh Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Jikalau lulus tes tersebut, mereka bakal serentak mendapati sertifikat kompetensi buat melamar tugas.
Beliau memaparkan, utk masalah pendanaan sementara dapat ditanggung oleh Pemerintah lewat kerja sama lintas kementerian atau Instansi terkait. Pasalnya, perubahan kurikulum dengan cara menyuluruh ikut melibatkan banyaknya pihak termasuk juga Kementerian Ketenagakerjaan yg sediakan fasilitas bagi peserta didik magang.
2016 Mendikbud Rombak Kurikulum Untuk SMK
"Sampai thn 2020 proyeksi kami ada penambahan SMK jumlahnya 400 yg setidaknya bakal menampung seputar 850 ribu peserta didik. Guru-gurunya pula kami siapkan," terang beliau.
Lebih lanjut, jelas Muhadjir, para guru yg bakal mengajar di SMK bukan lagi sekadar sarjana yg relevan di bidangnya, namun pun mesti mempunyai pengalaman kerja di industri. Juga jikalau guru yg telah mengajar ketika ini belum berpengalaman nantinya mesti menjalani proses magang minimal setahun.
Penguatan vokasi dikti
Tidak Hanya revitalisasi pendidikan vokasi di SMK, Pemerintah lewat Kementerian Riset Tehnologi & Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sudah menjalankan upaya penguatan vokasi bersama mendirikan 10 Politeknik yg menyebar di semua Indonesia. Masing-masing cocok sektor prioritas di zaman pembangunan.
"Saya telah rancangan sedemikian rupa. Utk kurikulumnya kita gunakan model tiga, dua, satu. Tiga semester perdana diisi aktivitas akademik & laboratorium di universitas, dua semester praktik di industri, & satu semester untuk laporan," ujar Menteri Ristek Dikti M Nasir.
Menurut beliau, persoalan yg ada di perguruan tinggi tatkala ini salah satunya terhadap pendidikan dosen yg relatif masihlah rendah. Maka ke depan dgn kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dosen bakal diberikan beasiswa sampai S2 & S3.
Menteri Koordinator PMK Puan Maharani menegaskan, bermacam upaya sudah didesain Pemerintah termasuk juga merumuskan peta jalan pendidikan vokasi tersebut. Penekanannya didasari atas pertimbangan 12 bidang prioritas Warga Ekonomi Asean & keperluan industri dalam negara.
"Kita mesti antisipasi agar jangan tenaga kerja asing yg menguasai pasar kerja kita," pungkas beliau.
0 Response to "2016 Mendikbud Rombak Kurikulum Untuk SMK"
Post a Comment