Bagi ibu rumah tangga yang mempunyai suami perokok tentu jadi angin segar. Harga yg mahal akan menjadi alasan buat melarang suaminya merokok serta tentu saja uang bisa sebagai tambahan dana segar buat kesejahteraan keluarga atau buat tabungan. Berita yang berembus bahkan pada September 2016 nanti harga rokok per bks Rp 50 ribu akan direalisasikan. Fakta harga rokok yang mahal berawal event 3rd Indonesian Health Economics Association (InaHEA) Congress di Yogyakarta, Kamis (28/7/2016) malam. Informasi Kompas.Com berjudul: Bagaimana Bila Harga Sebungkus Rokok Lebih berasal Rp 50.000? Menjadi viral dan jadi bahan rujukan blogger atau penulis pada situs-situs lembaga seperti Kaskus. Tetapi berita yang ditayangkan melalui tulisan pada blog-blog tidak sama menggunakan aslinya.
Terdapat tambahan berita baru yg sengaja dicantumkan tanpa sumber jelas.
Yakni ihwal berlakunya harga Rp 50 ribu per bks rokok di bulan September 2016.
Faktanya, keputusan ini belum terdapat bahkan kepala pusat Kajian Ekonomi serta Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan rakyat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany sebagai sumber isu pada Kompas.Com baru akan membahas hal ini menggunakan Menteri Keuangan Sri Mulyani bulan depan.
Kemungkinan blog-blog tadi memanfaatkan judul yg bombastis supaya mendatangkan poly visitor meskipun pada kenyataannya harga rokok Rp 50 ribu per bungkus belum diputuskan.
Berikut informasi awal yg dijadikan rujukan.
YOGYAKARTA, KOMPAS.Com - Murahnya harga rokok dievaluasi menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia.
Menggunakan harga rokok di bawah Rp 20.000, orang yg kurang bisa serta anak-anak usia sekolah tidak keberatan mengeluarkan uang buat membeli rokok.
Buat itu, berdasarkan ketua sentra Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, harga rokok seharusnya dinaikkan setidaknya menjadi 2 kali lipat.
"dengan menaikkan harga rokok, dapat menurunkan prevalensi perokok, terutama di rakyat yang tidak bisa," ujar Hasbullah pada acara 3rd Indonesian Health Economics Association (InaHEA) Congress di Yogyakarta, Kamis (28/7/2016) malam.
Sesuai akibat studi yang dilakukan Hasbullah serta rekannya, sejumlah perokok pun akan berhenti merokok Bila harganya dinaikkan 2 kali lipat.
Survei dilakukan terhadap 1.000 orang melalui telepon dalam kurun waktu Desember 2015 hingga Januari 2016.
"sebanyak 72 % bilang akan berhenti merokok jikalau harga rokok pada atas Rp 50.000," celoteh Hasbullah.
Yang akan terjadi studi juga menunjukkan, 76 persen perokok sepakat Bila harga rokok serta cukai dinaikkan.
Hasbullah mengatakan, taktik menaikkan harga serta cukai rokok pun telah terbukti efektif menurunkan jumlah perokok pada beberapa negara.
Harga rokok di Indonesia memang paling murah dibanding negara lain.
Pada Singapura, contohnya, harga sebungkus rokok bisa mencapai Rp 120.000.
Pada Indonesia, hanya Rp 12.000 telah bisa mendapat satu bungkus rokok.
Tingginya jumlah perokok di Indonesia mempertinggi beban ekonomi karena poly masyarakat yg sakit-sakitan.
Sedangkan peningkatan harga rokok serta cukai pun bisa menaikkan pendapatan negara. Pendapatan itu mampu dipergunakan buat kesehatan.
"bila rokok dinaikkan 2 kali lipat jadi Rp 50.000, paling tidak ada tambahan dana 70 triliun buat bidang kesehatan," lanjut Hasbullah.
Berdasarkan Hasbullah, butuh keberanian Presiden joko widodo buat menaikkan harga dan cukai rokok.
Rangkuman Sumber tribun.com
0 Response to "Ini Lah Penyebab Berita Naiknya Harga Rokok , Dan Simak Penjelasan Dari "Kepala Pusat Kajian Ekonomi""
Post a Comment