Tanpa terdapat penyeragaman skenario, Gareth Bale serta Paul Pogba seakan menjalani alur cerita yg hampir sama: sama-sama digerogoti nada sumbang ketika menyandang status pesepak bola termahal sejagad.
Pada 2013 silam, Bale diberondong cibiran 'miring' Lantaran dinilai tidak pantas ditebus dengan mahar sebesar 85 juta poundsterling (sekira Rp1,4 triliun) dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid.
Catatan minim prestasi sebagai celah bagi publik memperdebatkan kelayakan Bale yang kala itu masih 24 tahun.
Ia memang tergolong hijau soal gelar bergengsi. Sebelum menyabet gelar pemain termahal beserta Los Blancos, Bale hanya pernah sebagai runner-up Piala perserikatan Inggris beserta Spurs.
Trend pertama Bale di Bernabeu juga tak pribadi berjalan cantik. Hampir 1/2 trend dihabiskannya di ruang pesakitan akibat digerayang cedera.
Tetapi, keraguan publik terhadap Bale lambat laun berangsur sirna. Beliau menutup akhir isu terkini dengan gemilang selesainya mencetak gol penentu kemenangan El Real dua-1 atas Atletico Madrid di final perserikatan Champions 2014.
Sekarang, kisah Bale jua dialami Pogba, meski tidak sepenuhnya serupa. Menyandang pemain termahal dunia dengan cibiran yang menghujam.
Gelandang Perancis 23 tahun itu diklaim tidak layak dibeli Manchester United dengan banderol 89 juta poundsterling atau sekira Rp1,5 triliun asal Juventus. Nilai yg fantastis untuk mendaratkan pemuda berusia 23 tahun.
Celah perdebatan semakin lebar sebab sebelumnya Pogba ialah jebolan akademi The Red Devils yang dijual secara 'gratis' kepada Juventus. Sebuah kebijakan blunder yang wajib ditebus menggunakan pengeluaran selangit.
Bagi sebagian penggemar sepak bola -yang acapkali bertindak layaknya pakar- Pogba mungkin disebut masih kencur serta jauh berasal kepantasan menyandang gelar pemain termahal pada bumi.
Barangkali, sebagian penggemar tersebut lupa jika Pogba yg pernah disia-siakan ManUtd, telah bermetamorfosis menjadi pemain bintang pada Juventus.
Octopus (Gurita), begitu Pogba dijuluki pada Juve, telah menancapkan namanya dengan harum di perserikatan Italia. Pemain buangan berasal ManUtd itu sudah mengisap poly ilmu dari sejumlah bintang Juve, terutama berasal sang maestro Andrea Pirlo.
Karier si Gurita beserta "Si Nyonya Tua" pun semakin menonjol sepeninggal Pirlo yang memutuskan hengkang ke New York City di tahun 2015.
Bahkan, petinggi klub tidak sungkan buat menyerahkan jersey keramat bernomor 10 kepada Pogba. Sebelumnya, angka sakral tersebut ialah milik Carlos Tevez. Penghargaan tinggi itu kemudian dibalas Pogba dengan penampilan apik.
Merujuk data yang dirangkum SkySports, Pogba merupakan antitesis atau bisa sebagai obat penawar terhadap kekurangan MU demam isu kemudian.
Catatan statistik Pogba mengungguli sejumlah pemain tengah milik MU di ekspresi dominan lalu termasuk Wayne Rooney, Ashley Young, Michael Carrick, dan Maraone Fellaini.
Postur tubuh tegap ditambah kecepatan yang dimiliki, simpel membuat Pogba menjadi gelandang bertahan yang sulit dilewati versus.
Homogen-rata Pogba sukses melakukan tekel sebanyak 2,3 kali, memenangi 8,9 duel, dan bisa melepaskan 1,dua tembakan tepat sasaran di setiap pertandingan.
Setinggi menjulang hingga 191cm, Pogba juga sukses memenangi 1,9 duel di udara tiap laga.
Kepiawaiannya pada mengolah bola membuatnya praktis melewati lawan. Setidaknya ia bisa melakukan tiga dribel di tiap laga. Selain itu, beliau jua sukses melepaskan 42 kali umpan seksama.
Naluri mencetak gol Pogba juga tidak boleh diragukan. Sebab, ia sudah mengemas delapan gol asal 35 laga Serie A.
Catatan impresif itu sebagai alasan mengapa Pogba tergolong pemain spesial . Apalagi beliau bisa memerankan tugas gelandang bertahan (DMF), gelandang sentral (MC), serta juga gelandang kiri (ml).
Sekali waktu beliau pula mampu bertindak menjadi gelandang serang (AMF) Lantaran didukung olah bola ciamik plus naluri menyerang yg cantik.
Pada dunia sepak bola yg ketika ini dipenuhi oleh para pemain seorang ahli –ketika peran gelandang dikotak-kotakkan lagi sebagai gelandang bertahan, gelandang serang, atau gelandang pengatur permainan (playmaker)—kehadiran Pogba terasa demikian langka.
Kacamata Mourinho
galat satu pemutus perdebatan soal kelayakan Pogba menyandang pemain termahal sebab desakan manajer anyar ManUtd, Jose Mourinho.
Mou, begitu dia akrab disapa, dikenal mempunyai karakter kuat serta mampu menanamkan mental juara di setiap tim yang dipegang.
Meski tak jarang menuai kritik karena cenderung memainkan sepak bola negatif, Mou ialah jaminan prestasi yang sahih.
Keberhasilannya menyemai empat trofi domestik pada empat negara yang tidak sinkron (porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid) jadi bukti otentik. Dua gelar liga Champions bersama tim-tim non unggulan macam porto (2003/04) serta Inter (2009/10) pun menjadi nilai plus Mourinho.
Menggunakan catatan mengilap tersebut, cita rasanya tidak pantas Bila ada yang menilai menilai keputusan MU mendaratkan Pogba dengan harga berapapun, menjadi sebuah kebodohan.
Tidak dimungkiri, Mou merupakan salah satu peracik seni manajemen nomor wahid pada jagad sepak bola. Ia pula dikenal pengagum pemain tengah andal yg punya kualitas komplet serta cerdas.
Mou pernah memiliki sosok pemain tengah ideal pada diri Claude Makalele di Chelsea serta Esteban Cambiaso pada Inter Milan. Keduanya ialah gelandang pengatur ritme permainan tim yang dibesutnya.
Sementara Pogba, punya kualitas lebih lengkap asal Makalele serta Cambiaso. Yg sempurna, Pogba bakal menjadi pemain reguler dengan kumpulan 4-2-3-1.
Pogba punya segala kemampuan yg diinginkan Mou. Selain memiliki kemampuan setara pada hal menyerang serta bertahan, pemain kelahiran Lagny-sur-Marne itu pintar membaca permainan.
Mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu yakin Pogba mampu melaksanakan tugasnya dengan baik pada MU. Menggunakan kata lain. Mou memahami persis kualitas Pogba. Ia tidak peduli seberapa akbar porto yg harus dimuntahkan klub demi mendaratkan Pogba.
Mou yg menjuluki dirinya sendiri menjadi 'Special One' tentu punya alasan bertenaga mengapa dia begitu ngotot menerima pertanda tangan Pogba.
Jadi, ayo hentikan perdebatan soal harga fantastis sambil menanti aksi Pogba pada Old Trafford
Sumber: Cnnindonesia.com
0 Response to "Bale, Pogba Dan Sudut Pandaing Mou"
Post a Comment