Konsumen Sering Ditolak Untuk Membeli Motor Cash, Mengapa?



Seseorang warga  DKI Jakarta, Daus (27) kesal karena pihak dealer motor menolak pembelian secara cas. Pihak dealer beralasan, mereka kekurangan stok dan  mencari alasan membeli dengan cara kredit.

Apa yg dialami Daus ternyata pula dirasakan Winar (32). Karyawan partikelir ini pernah ditolak oleh pihak dealer hanya sebab membeli motor secara cas. Padahal, keduanya membeli secara cas sebab tidak mau terbebani cicilan tiap bulannya.

Taktik ini tentu menjadi upaya komisi yang diperoleh lebih besar . Dalam perkara seperti ini, pihak leasing umumnya mengakibatkan dealer atau sales menjadi mitra utama pemasaran. Laris tidaknya motor sangat tergantung dari penjualan sang pihak dealer atau sales. Caranya gampang, setiap penjualan motor ditawarkan insentif yang cukup lumayan.

Menjadi model, setiap penjualan satu unit motor secara cas, keuntungan yg diperoleh dealer atau sales hanya Rp 100.000. Sedangkan buat penjualan satu unit motor secara angsuran maka keuntungan bisa tiga kali lipat atau Rp 300.000. Maka tidak heran setiap dealer tentunya berlomba-lomba menjual secara banyak termasuk memperlihatkan kredit murah supaya motor bisa terjual banyak.

"biasanya hal itu dilakukan sang sales. Mereka, bila kita beli dengan cas ngarahinnya ke kredit karena mereka mau bisa komisinya," kata Rony, seorang pegawai pada sebuah dealer pada Jakarta saat berbincang menggunakan merdeka.Com, Jakarta, Selasa (26/7).

Perbincangan dengan Rony ini juga sedikit mengungkap kabar itu. Rony menganjurkan usahakan membeli motor dengan cara kredit. Dia beralasan, Bila membeli secara cas, seorang customer paling tidak perlu menunggu 3 bulan supaya kitab   Pemilik kendaraan Bermotor (BPKB) baru dikeluarkan oleh pihak dealer.
Tenggang saat yg demikian berdasarkan dia akan lebih safety Bila membeli secara kredit sebab akan mendapat agunan berupa iuran pertanggungan kehilangan.

"kalau saya sih saran lebih baik uang muka besar  lalu angsurannya buat satu tahun. Kan jikalau motor hilang kita masih dapat asuransi serta mampu diganti yang baru. Akan tetapi itu tergantung kita jua sih maunya yg mana," jelas beliau.

Koordinator Pengaduan serta hukum YLKI, Sularsi berkata praktik mirip ini bukan tidak mungkin terjadi pada rakyat. Tetapi, kata dia, rakyat punya hak buat menentukan dealer mana yang cocok buat dia serta apakah dealer tersebut sesuai dengan cara pembelian cas atau kredit.

"Kuncinya pada customer, dia punya hak buat menentukan. Kita mampu bandingkan satu dealer menggunakan dealer lain sebelum memutuskan buat membeli," kata Sularsi saat dihubungi merdeka.Com.

Namun demikian, kata dia, akan terjadi dilema Jika sebuah perusahan motor hanya mengarah satu lembaga pembayaran (leasing). Jika hal itu terjadi maka terjadi sebuah monopoli dalam masyarakat. Biasanya, sebuah perusahaan besar  mengarah leasing mana saja yg mampu dipercaya.

"tapi jikalau hanya nunjuk hanya satu leasing ini sebuah monopoli dan  mampu lapor ke Komisi Pengawas persaingan usaha (KPPU)," jelasnya.

Apakah semua dealer motor atau salesnya melakukan hal demikian? Merdeka.Com pun coba menelusuri berita ini dengan mendatangi beberapa dealer motor di daerah Jakarta Barat dan  Jakarta pusat. Sebuah dealer motor pabrikan ternama sebagai kawasan pertama didatangi.

Galat seseorang pegawai dealer Yenny berkata siap melayani pembelian cas, syaratnya cuma satu, mempunyai Kartu indikasi Penduduk (KTP). "Barangnya kita antar hari ini jua," istilah Yenny.

Hal yg sama ditemukan pada keliru satu dealer motor. Herman, sang pegawai dealer mengatakan pihaknya melayani pembelian secara cas. Tetapi menjadi penjual, dia juga tak lupa menawarkan pembelian secara angsuran atau kredit.

Penelusuran pun berlanjut ke galat satu dealer motor ukuran mungil pada tempat Jakarta pusat. Di sini, pihak dealer juga mengakui hal yg sama. "Kita bisa layani pembelian cas. Barang bisa turun har ini juga," ungkap Sherly, sales pada delaer tadi.








Sumber: merdeka.com

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Konsumen Sering Ditolak Untuk Membeli Motor Cash, Mengapa?"

Post a Comment