Cuitan ERNEST PRAKASA Di Twitter Bikin Netizen Geram

Masalah pencubitan peserta didik SMP pada Sidoarjo mendadak heboh. Seorang guru SMP Raden Rahmat, Samhudi, pada Sidoarjo dilaporkan ke Polsek Balangbendo serta diajukan ke pengadilan sang orang tua siswa sebab dinilai telah melakukan kekerasan terhadap anaknya berinisial SS.

 Pemilik warung jatuh sakit usai dagangannya diangkut Satpol PP
 Kronologis Polisi Barter Tilang menggunakan Mesum
 Telusuri Pemilik Akun Facebook yang Pamer Foto Tangkap Bekantan (sebarkan biar   Tertangkap)

kasus pencubitan peserta didik Sekolah Menengah Pertama pada Sidoarjo mendadak heboh. Seorang guru SMP Raden Rahmat, Samhudi, pada Sidoarjo dilaporkan ke Polsek Balangbendo dan  diajukan ke pengadilan sang orang tua peserta didik sebab dinilai telah melakukan kekerasan terhadap anaknya berinisial SS.

Penyelesaian kasus pencubitan peserta didik Sekolah Menengah Pertama pada Sidoarjo diharapkan mengedepankan musyawarah dibandingkan melalui jalur hukum. Hal itu karena institusi sekolah ialah representasi institusi famili dalam bentuk lain yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi (dialog).

Wakil ketua   Komisi X dpr RI Fikri Faqih menyampaikan demikian terkait pelaporan Samhudi (45).

Berdasarkan info, Samhudi melakukan hal itu sebab SS tidak melakukan aktivitas Sholat Dhuha yang menjadi kebijakan sekolah tadi pada rangka peningkatan iman serta takwa.

“kalau ada sebuah famili yang menitipkan anaknya pada suatu sekolah, berarti sekolah tadi dipercaya untuk menjadi representasi famili dalam hal mendidik,” kentara Fikri dalam fakta persnya, Sabtu (dua/7/2016).

Ad interim di media umum, Stand Up Komedian Ernest Prakasa dibully netizen gara-gara tidak putusan bulat dengan tindak kekerasan pengajar tersebut.

“Gw gak akan pernah nampar / nyubit anak gw. Jd kalo terdapat pengajar berani sentuh anak gw, gw seret ke polisi. Gak ada urusan,” cuit Ernest.

Ernest mengatakan kekesalannya lewat Twitter yg tidak rela Bila anaknya ditampar atau dicubit pengajar di sekolah.

“lu urus aja anak lu sendiri,jgn pada sekolahin,” istilah pemilik akun @rawk33.

“kalo pengajar sentuh anak gw, gw lapor polisi” , masa iya koh disentuh doang lapor polisi,” cuit @ichaljena

Ernest lalu menyebutkan panjang lebar lewat timeline Twitternya soal sikapnya tadi.

“Siapa yang belain anak badung itu? Gw lagi ngomongin anak gw. Kalo lo ga keberatan anak lo dihajar guru ya monggo.”

“Gw gak tau kronologi perkara anak itu & ga peduli jg. I’m just saying if it was my kid, you’ll have a masalah.”

“akan tetapi Ya aturan aja silakan. Emang ga punya eksekusi selain kontak fisik?”

“Lo aje terlalu manjain anak!”. It’s okay. Sekali2 klo ktmu anak gw, go judge for urself, apakah kelakuannya kayak anak manja.”

“Knp poly pengajar yg sensi ya? Emang gw mendiskreditkan guru? Gw blg, gw ga terima kalo pengajar menghukum anak gw dgn kontak fisik. Salah ?”

“Ga mau anak dieksekusi kekerasan fisik = membiarkan anak jd manja & lembek? Jadi anak andal = anak yang tahan pukul?”

“Klo berdasarkan lo eksekusi fisik guru ke anak lo bisa ditolerir pada batas eksklusif, that’s okay. Ortu kan punya idealisme yang beda2. Bebas :)”

“tentang parenting, org yang gak punya anak akan sulit berempati pada kami para orang tua. Itu agak menyebalkan, tapi sangat bisa dipahami :)”

“U/ tmn2 guru yang tersinggung, saya mhn maaf. Smg kalian jd guru2 yang baik, penuh kasih & kesabaran. Kmi titipkan separuh nyawa kmi pd kalian.”

“aku  percaya terdapat cara mendidik anak tanpa kekerasan. Berat? Pasti. Itu kenapa pengajar ialah profesi yang mulia.”

“Slh 1 personal CSR rutin aku  adlh u/ sbuah forum pendidikan. Ada lah, ga perlu aku  sebut. Intinya, saya bersimpati pada energi pengajar.”

“Gw ga merasa perlu ngomong apa2 lagi soal gosip eksekusi fisik thd peserta didik, krn kmrn udh gw jabarin panjang lebar opini gw.”

sumber : http://pojoksatu.Id/ (ReportaseTerkini)

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Cuitan ERNEST PRAKASA Di Twitter Bikin Netizen Geram"

Post a Comment