Masyarakat Harus Waspada , Puluhan Kantong Darah Terkontaminasi Virus Berbahaya

Puluhan kantong darah yg terdapat pada Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dilaporkan tercemar sejumlah penyakit berbahaya sebagai akibatnya harus dimusnahkan.



Kabid Pelayanan UDD PMI Kabupaten Madiun Dony Dwi Setyawan mengungkapkan, kantong darah tadi ditemukan terkontaminasi virus penyakit hepatitis B, C, sifilis, serta HIV sesudah melalui proses screening Infeksi Menular Lewat Tranfusi Darah (IMLTD) di PMI setempat.

"Selama bulan Maret 2016, total ada 39 kantong darah yg terpapar penyakit. Setiap bulan niscaya ditemukan darah yang terpapar penyakit setelah melalui proses screening IMLTD," ujar Dony Dwi kepada wartawan pada Madiun, Kamis (7/4).

Berdasarkan 39 kantong darah yg ditemukan di bulan Maret, rinciannya adalah 13 kantong darah tercemar virus hepatitis B, 17 kantong hepatitis C, serta sembilan kantong lainnya terjangkit bakteri sifilis. Adapun, pada bulan Januari lalu ditemukan 16 kantong terjangkit virus hepatitis B, 15 kantong terjangkit virus hepatitis C, tiga kantong terkena sifilis, dan satu kantong HIV.

Sedangkan dalam Februari, jumlah kantong darah yang terkena virus hepatitis B sebanyak 21 kantong, hepatitis C 10 kantong, sifilis masih ada tujuh kantong, dan HIV dua kantong.

"Atas temuan tersebut, kami memanggil si pendonor yang terserang penyakit tersebut dan memberikan penerangan. Untuk pengobatan mampu dilakukan melalui dokter juga rumah sakit," istilah dia.

Dia menambahkan, memasuki triwulan ke-2 tahun 2016, PMI Kabupaten Madiun tergolong memiliki stok darah yg relatif. Karena, sasaran perolehan 30 sampai 50 kantong per hari selalu dapat terpenuhi.

"Hal itu menyusul adanya pendonor tetap yg setiap hari mendonorkan darah lebih kurang 15 sampai 20 orang. Mereka adalah masyarakat Madiun dari kalangan pekerja di banyak sekali instansi," pungkasnya.

Selain memiliki pendonor tetap, PMI kabupaten Madiun jua mempunyai program unggulan, yakni Desa Siaga. Program yang berjalan  dari tahun 2006 lalu itu telah menggandeng 145 pendonor tetap menurut Kabupaten Madiun.

Tiga bulan sekali, PMI mendatangi desa-desa untuk mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan itu dilakukan bekerja sama dengan bidan desa, perangkat desa, dan koordinator Desa Siaga di kelurahan setempat," ucap dia.

Lantaran stoknya yg melimpah, pihaknya mengklaim mampu mencukupi permintaan pasien penyakit demam berdarah yg marak terjadi dalam triwulan terutama tahun ini.

"Selama animo demam berdarah kemarin, terdapat peningkatan yang signifikan dalam permintaan Thrombocyte Concentrate (TC) atau trombosit. Sejauh ini masih bisa diatasi. Kami mengimbau, warga  rela melakukan donor darah untuk mampu membantu sesama," katanya.

Sumber : 

Subscribe Email anda untuk mendapatkan update BeritaRakyat di email updates:

0 Response to "Masyarakat Harus Waspada , Puluhan Kantong Darah Terkontaminasi Virus Berbahaya"

Post a Comment